Ada luka yang tidak membutuhkan petuah, tetapi membutuhkan pelukan. Ada air mata yang tidak meminta solusi, hanya meminta seseorang tetap tinggal. Seseorang yang sedang berada di titik terendah sering kali tidak membutuhkan kalimat, "Harusnya kamu begini," atau, "Coba lebih kuat." Sebab saat hatinya sedang tenggelam dalam rasa sakit, yang paling ia butuhkan adalah tangan yang menggenggamnya, bukan suara yang menghakiminya. Menjadi manusia bukan selalu tentang memberi jawaban, tetapi tentang hadir tanpa syarat. Karena kadang, satu pelukan yang tulus, satu telinga yang mau mendengar, dan satu bahu untuk bersandar mampu menyelamatkan seseorang lebih daripada seribu nasihat. Setelah ia berhasil bangkit, barulah ia siap belajar bagaimana menghadapi badai berikutnya

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini