Memulai menulis dari pengalaman selama bekerja yang tidak
semata dari sisi pekerjaan professional, ternyata dengan melakukan Hansei kai
ada banyak poin poin yang berharga dalam menjalani pekerjaan. Tak terasa sudah
mencapai 7000 artikel yang ditulis pada blog.
Hansei-kai adalah pertemuan refleksi diri dalam
budaya Jepang (terutama di dunia kerja seperti Toyota) yang dilakukan setelah
sebuah proyek selesai. Fokusnya adalah mengidentifikasi kesalahan, kekurangan,
dan celah perbaikan, bahkan jika target telah berhasil dilampaui. Dalam
filosofi ini, "tidak ada masalah adalah masalah". [1, 2, 3,
4, 5]
Praktik ini sangat lekat dengan budaya kerja Jepang yang
mengutamakan evaluasi tanpa menyalahkan individu dan terus memperbaiki proses.
Anda bisa menerapkan hansei-kai dengan mengikuti beberapa langkah inti:
[1,
2]
- Evaluasi
Objektif: Kumpulkan anggota tim untuk membahas apa yang terjadi secara
transparan. [1]
- Fokus
pada Kekurangan: Alih-alih merayakan keberhasilan saja, diskusikan
masalah, kesalahan, atau hambatan sekecil apa pun yang terjadi selama
proses. [1,
2]
- Rencana
Perbaikan (Kaizen): Ubah kelemahan menjadi bahan bakar
pertumbuhan dengan merumuskan langkah konkret agar kesalahan tidak
terulang di masa depan
Salah satu alasan mengapa menulis adalah membagikan apa yang
telah dilakukan sehingga bisa menjadi sarana bagi yang membaca untuk belajar.
Keuntungan orang yang berpengalaman adalah pernah menjalani dengan kegagalan
yang terjadi dan berakhir dengan keberhasilan.
Kiranya memberikan manfaat.
Komentar
Posting Komentar