Pada tahun 1981, tak lama setelah meninggalkan Gedung Putih, Jimmy Carter mengunjungi sebuah perguruan tinggi kecil di dekat Osaka, Jepang, di mana ia menghadapi audiens yang terdiri dari mahasiswa, orang tua, dan profesor yang gugup. Berharap untuk meredakan ketegangan, Carter memutuskan untuk membuka pidatonya dengan lelucon terpendek yang ia ketahui. Ia menyampaikan kalimat itu dalam bahasa Inggris, berhenti sejenak untuk penerjemahnya—dan menyaksikan dengan takjub ketika seluruh hadirin tertawa terbahak-bahak. Carter kemudian mengenang bahwa ia belum pernah menerima respons yang lebih baik terhadap sebuah lelucon dalam hidupnya. Terkesan oleh apa yang tampak seperti terjemahan yang brilian, ia mendekati penerjemah setelah pidato dan bertanya bagaimana ia berhasil mempertahankan humor tersebut dengan sempurna dalam bahasa Jepang. Penerjemah awalnya menghindari menjawab, tetapi Carter terus mendesaknya untuk memberikan penjelasan. Akhirnya, penerjemah yang malu itu mengakui bahwa ia sama sekali tidak menerjemahkan lelucon tersebut. Sebaliknya, ia hanya mengatakan kepada hadirin, “Presiden Carter menceritakan sebuah kisah lucu. Semuanya tertawa.” Pengakuan itu mengubah jalan pintas terjemahan biasa menjadi salah satu kisah Carter yang paling berkesan—dan pengingat yang menggelikan bahwa terkadang rahasia lelucon yang sukses kurang berkaitan dengan inti leluconnya daripada mengetahui persis apa yang diharapkan dari audiens.
Golden Elephant Chemical (GESC), perusahaan kimia terkemuka asal China, resmi membangun pabrik pertamanya di luar negeri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi senilai 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp10,08 triliun, pabrik seluas lebih dari 20 hektare ini akan memproduksi melamin, asam nitrat, dan amonium nitrat dalam tahap pertama, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas amonia sintetis dan urea berkapasitas besar di tahap kedua. Ekspansi ini menjadikan Indonesia sebagai pusat regional baru GESC di Asia, memanfaatkan infrastruktur kelas dunia dan integrasi industri-pelabuhan di JIIPE. Kehadiran GESC melengkapi ekosistem industri strategis di JIIPE bersama Freeport Indonesia, Hailiang, dan Xinyi Glass, memperkuat posisi kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan industri berbasis hilirisasi dan transisi energi hijau di Indonesia. Kabar baik untuk investasi di Indonesia! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com

Komentar
Posting Komentar