Sebelum menjadi Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte adalah seorang anak yang sering merasa terasing. Pada usia 9 tahun, ia meninggalkan Korsika dan dikirim ke sekolah militer di Brienne-le-Château. Di sana, aksennya berbeda, keluarganya tidak sekaya banyak murid lain, dan ia kerap menjadi sasaran ejekan teman-temannya. Alih-alih berusaha menjadi populer, Napoleon lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Ia menyukai sejarah, geografi, dan strategi militer. Banyak gurunya menganggapnya pendiam, serius, dan lebih suka menyendiri. Salah satu kisah paling terkenal dari masa sekolahnya adalah "perang bola salju" di Brienne. Menurut beberapa biografi awal, Napoleon tidak sekadar ikut bermain. Ia mengorganisasi tim, membangun benteng salju, dan menyusun strategi serangan layaknya seorang komandan perang. Sulit memastikan seberapa banyak detail cerita ini benar-benar terjadi. Namun kisah tersebut menunjukkan bagaimana orang-orang di kemudian hari melihat masa muda Napoleon, bahwa ia seorang anak yang bahkan saat bermain pun sudah memikirkan taktik dan strategi. Lukisan yang digunakan dalam video adalah Napoleon at Brienne (1901) karya Jacques Marie Gaston Onfroy de Bréville . Tentu tidak semua anak yang diejek akan menjadi Napoleon. Namun kisah ini mengingatkan kita bahwa pendapat orang lain tidak harus menentukan masa depan kita. Kadang, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap fokus pada tujuan, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat potensi yang kita miliki.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini