TERSESAT DI HUTAN, DIA MALAH MENEBANG TIANG LISTRIK Bayangkan terdampar berhari-hari di alam liar, tanpa telepon dan tanpa cara untuk meminta bantuan. Itulah yang dialami seorang pria di Saskatchewan, Kanada, pada Mei 2010. Setelah mengalami masalah saat bepergian dengan perahu di kawasan Geikie River, ia akhirnya terjebak dan kesulitan menemukan jalan keluar. Persediaannya menipis. Ia juga tidak punya alat komunikasi untuk memberi tahu siapa pun bahwa dirinya masih berada di sana. Lalu dia melihat tiang listrik. Dengan hanya bermodalkan kapak, pria tersebut menebang empat tiang listrik yang memasok listrik ke kawasan Wollaston Lake. 🪓 Akibatnya? Listrik padam. Tapi justru itulah tujuannya. Ia berharap gangguan listrik akan membuat perusahaan listrik datang mencari sumber masalah. Dan benar saja. SaskPower mengirim kru untuk memeriksa jalur listrik, bahkan menggunakan helikopter untuk mencari lokasi kerusakan. Dari udara, mereka menemukan tiang-tiang yang roboh. Tak jauh dari sana, mereka akhirnya menemukan pria yang selama berhari-hari terdampar tersebut. Ia berhasil diselamatkan. ❤️ Pemadaman listrik memang berlangsung sekitar 30 jam dan berdampak pada ratusan warga, tetapi bagi pria itu, listrik yang padam justru menjadi jalan agar keberadaannya diketahui. Identitas pria tersebut tidak dipublikasikan dalam laporan berita utama yang saya temukan. ⚠️ Tentu saja, menebang tiang listrik bukan cara yang aman untuk meminta pertolongan. Kabel yang jatuh masih bisa berbahaya dan bertegangan. Tapi dalam keadaan putus asa, pria ini menemukan satu cara agar orang-orang akhirnya sadar: “Ada seseorang di luar sana yang sedang membutuhkan bantuan.”
Golden Elephant Chemical (GESC), perusahaan kimia terkemuka asal China, resmi membangun pabrik pertamanya di luar negeri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi senilai 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp10,08 triliun, pabrik seluas lebih dari 20 hektare ini akan memproduksi melamin, asam nitrat, dan amonium nitrat dalam tahap pertama, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas amonia sintetis dan urea berkapasitas besar di tahap kedua. Ekspansi ini menjadikan Indonesia sebagai pusat regional baru GESC di Asia, memanfaatkan infrastruktur kelas dunia dan integrasi industri-pelabuhan di JIIPE. Kehadiran GESC melengkapi ekosistem industri strategis di JIIPE bersama Freeport Indonesia, Hailiang, dan Xinyi Glass, memperkuat posisi kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan industri berbasis hilirisasi dan transisi energi hijau di Indonesia. Kabar baik untuk investasi di Indonesia! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com

Komentar
Posting Komentar