Momen haru mewarnai prosesi wisuda University of York, Inggris, saat mahasiswa asal Maluku, Muhammad Afandhy Angkotasan, menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku” di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Afandhy yang terpilih sebagai student orator (valedictorian) menyampaikan pidato yang menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di Negeri Pelauw, Maluku Tengah, kehilangan kedua orang tuanya pada usia 14 tahun, hingga menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar magister. Lulusan program Master of Public Administration (MPA) penerima beasiswa LPDP itu juga membagikan filosofi hidup melalui pepatah Hatuhaha dari Maluku, “Alumiye umie, seiya nyie inyie,” yang bermakna bahwa setiap orang memiliki jalan dan rezekinya masing-masing. Menjelang akhir pidato, Afandhy memperkenalkan lagu “Tanah Airku” kepada para hadirin. Menurutnya, lagu tersebut selalu mengingatkannya untuk tidak pernah melupakan tanah kelahiran, sejauh apa pun pendidikan membawanya melangkah. Usai menyanyikan penggalan lagu tersebut, seluruh ruangan pun bergemuruh oleh tepuk tangan para hadirin.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini