Foto-Foto Terakhir Robert Landsburg
Pada 18 Mei 1980, Gunung St. Helens di Washington, AS, meletus dalam salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah Amerika. Di dekat gunung itu, seorang fotografer alam bernama Robert Landsburg sedang mendokumentasikan aktivitas vulkanik yang sudah ia ikuti selama berminggu-minggu.
Saat letusan besar terjadi, Landsburg menyadari bahwa awan panas dan abu vulkanik bergerak terlalu cepat untuk bisa ia hindari. Namun alih-alih langsung kabur, ia terus memotret hingga detik-detik terakhir. Setelah itu, ia memutar kembali film kameranya, menyimpannya ke dalam ransel, lalu merebahkan tubuhnya di atas ransel tersebut untuk melindungi film dari panas dan kerusakan.
Sekitar 17 hari kemudian, tim pencari menemukan jasadnya terkubur abu vulkanik. Di bawah tubuhnya, ransel dan film itu masih ada. Meski sebagian mengalami kerusakan akibat panas dan abu, foto-fotonya berhasil diselamatkan dan kemudian membantu para ilmuwan mempelajari jalannya letusan Gunung St. Helens.
Ia tetap mendokumentasikan peristiwa tersebut hingga akhir dan berusaha melindungi filmnya, yang kemudian menjadi catatan berharga dari salah satu letusan gunung berapi paling terkenal di dunia.
Pada 18 Mei 1980, Gunung St. Helens di Washington, AS, meletus dalam salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah Amerika. Di dekat gunung itu, seorang fotografer alam bernama Robert Landsburg sedang mendokumentasikan aktivitas vulkanik yang sudah ia ikuti selama berminggu-minggu.
Saat letusan besar terjadi, Landsburg menyadari bahwa awan panas dan abu vulkanik bergerak terlalu cepat untuk bisa ia hindari. Namun alih-alih langsung kabur, ia terus memotret hingga detik-detik terakhir. Setelah itu, ia memutar kembali film kameranya, menyimpannya ke dalam ransel, lalu merebahkan tubuhnya di atas ransel tersebut untuk melindungi film dari panas dan kerusakan.
Sekitar 17 hari kemudian, tim pencari menemukan jasadnya terkubur abu vulkanik. Di bawah tubuhnya, ransel dan film itu masih ada. Meski sebagian mengalami kerusakan akibat panas dan abu, foto-fotonya berhasil diselamatkan dan kemudian membantu para ilmuwan mempelajari jalannya letusan Gunung St. Helens.
Ia tetap mendokumentasikan peristiwa tersebut hingga akhir dan berusaha melindungi filmnya, yang kemudian menjadi catatan berharga dari salah satu letusan gunung berapi paling terkenal di dunia.
Dedikasi terhadap pekerjaan.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar