Kadang, kita baru memahami orang tua setelah hidup memaksa kita berdiri di tempat yang dulu mereka tempati. Dulu, aku pernah melihat bapak duduk lama di depan selembar kertas tagihan listrik. Waktu itu aku belum mengerti. Yang kulihat hanya seseorang yang terlalu lama memandangi sebuah tagihan. Lalu aku menyimpulkan sendiri: "Bapak pelit." Aku tidak tahu bahwa mungkin saat itu, bapak sedang menghitung banyak hal di dalam kepalanya. Mana yang harus dibayar lebih dulu. Mana yang bisa ditunda. Mana kebutuhan yang harus dikorbankan. Dan bagaimana caranya agar anak-anak tetap bisa hidup seperti biasa tanpa tahu betapa beratnya keadaan. Waktu berlalu... Sampai suatu hari, kertas yang sama ada di tanganku. Dan anehnya... Aku diam lebih lama daripada bapak dulu. Bukan karena aku tiba-tiba menjadi lebih pelit. Tapi karena akhirnya aku mengerti... Ada jenis diam yang bukan karena tidak punya jawaban. Melainkan karena terlalu banyak yang harus dipikirkan. Dulu aku hanya melihat bapak dari luar. Sekarang, aku baru mengerti isi kepalanya. Begitulah hidup. Kadang kita baru memahami pengorbanan seseorang setelah kehidupan menempatkan kita di posisi yang sama. Kalau hari ini orang tuamu masih ada, mungkin tidak ada salahnya sesekali bertanya: "Pak, Bu... dulu waktu aku kecil, ternyata sesulit itu ya?" Sebab semakin dewasa, kita semakin sadar... Tidak semua perjuangan orang tua pernah mereka ceritakan. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini