Di warung dan restoran, daftar menu biasanya hanya menawarkan satu ukuran porsi. Anak-anak, lansia, orang yang makannya sedikit, atau pembeli yang makan sendirian sering memesan porsi yang sama dengan semua orang. Kalau tidak habis, sisanya tertinggal di piring.
Andai warung dan restoran menyediakan porsi kecil dengan harga yang menyesuaikan, pembeli punya pilihan yang lebih pas. Harga tidak harus setengahnya persis, karena biaya menyiapkan sepiring makanan tidak turun separuh ketika porsinya separuh. Penduduk lansia Indonesia kini mencapai 11,97 persen, dan tinjauan ilmiah menyebut banyak orang lanjut usia, bahkan yang sehat, kurang merasa lapar dan lebih cepat kenyang. Porsi kecil yang tetap bergizi bisa lebih mudah mereka habiskan.
Soal sisa makanan, Bappenas mencatat 23 sampai 48 juta ton sisa dan kehilangan pangan per tahun pada 2000 sampai 2019 di seluruh rantai pasok. Di warung dan restoran, ukuran porsi ikut memengaruhi seberapa banyak yang tersisa di piring. Survei resmi di Korea Selatan, dilaporkan pada 2016, menemukan 68 persen makanan yang terbuang di restoran kecil berupa makanan sisa.
Beberapa tempat di Asia sudah bergerak ke arah porsi yang lebih fleksibel. Buku putih urusan konsumen Jepang tahun 2020 menganjurkan restoran memperkenalkan menu porsi kecil. Di Shibuya, Tokyo, restoran yang berupaya tidak menyisakan makanan bisa mendapat sertifikasi "Shiburan". Hong Kong punya program Food Wise Eateries yang mendorong restoran menyiapkan porsi lebih kecil untuk hidangan prasmanan, dan Tiongkok mewajibkan restoran dan pelaku usaha jasa makanan lainnya menyediakan pilihan ukuran porsi, termasuk porsi kecil, lewat undang-undang yang berlaku sejak April 2021.
Perubahan ini bisa dimulai dari skala kecil. Warung dapat mencoba porsi kecil untuk beberapa menu paling laris lebih dulu, dengan tulisan "porsi kecil" dan harganya di daftar menu. Pelayan bisa menanyakan pilihan itu saat pembeli memesan. Dalam survei di Jepang, banyak responden mendukung pencantuman berat dalam gram atau foto porsi.
Bagaimana pengalaman Anda memesan makanan yang akhirnya tidak habis?
Andai warung dan restoran menyediakan porsi kecil dengan harga yang menyesuaikan, pembeli punya pilihan yang lebih pas. Harga tidak harus setengahnya persis, karena biaya menyiapkan sepiring makanan tidak turun separuh ketika porsinya separuh. Penduduk lansia Indonesia kini mencapai 11,97 persen, dan tinjauan ilmiah menyebut banyak orang lanjut usia, bahkan yang sehat, kurang merasa lapar dan lebih cepat kenyang. Porsi kecil yang tetap bergizi bisa lebih mudah mereka habiskan.
Soal sisa makanan, Bappenas mencatat 23 sampai 48 juta ton sisa dan kehilangan pangan per tahun pada 2000 sampai 2019 di seluruh rantai pasok. Di warung dan restoran, ukuran porsi ikut memengaruhi seberapa banyak yang tersisa di piring. Survei resmi di Korea Selatan, dilaporkan pada 2016, menemukan 68 persen makanan yang terbuang di restoran kecil berupa makanan sisa.
Beberapa tempat di Asia sudah bergerak ke arah porsi yang lebih fleksibel. Buku putih urusan konsumen Jepang tahun 2020 menganjurkan restoran memperkenalkan menu porsi kecil. Di Shibuya, Tokyo, restoran yang berupaya tidak menyisakan makanan bisa mendapat sertifikasi "Shiburan". Hong Kong punya program Food Wise Eateries yang mendorong restoran menyiapkan porsi lebih kecil untuk hidangan prasmanan, dan Tiongkok mewajibkan restoran dan pelaku usaha jasa makanan lainnya menyediakan pilihan ukuran porsi, termasuk porsi kecil, lewat undang-undang yang berlaku sejak April 2021.
Perubahan ini bisa dimulai dari skala kecil. Warung dapat mencoba porsi kecil untuk beberapa menu paling laris lebih dulu, dengan tulisan "porsi kecil" dan harganya di daftar menu. Pelayan bisa menanyakan pilihan itu saat pembeli memesan. Dalam survei di Jepang, banyak responden mendukung pencantuman berat dalam gram atau foto porsi.
Bagaimana pengalaman Anda memesan makanan yang akhirnya tidak habis?
Ingat dengan nasehat jaman dulu untuk menghabiskan makanan bila tidak mau ayamnya mati.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar