Postingan

Hampir satu abad yang lalu, sebuah film menggambarkan seperti apa rupa dunia pada tahun 2026. Dirilis pada tahun 1927, *Metropolis* menjadi tonggak sejarah perfilman dan salah satu mahakarya paling awal dalam sinema fiksi ilmiah. Film yang inovatif ini menampilkan visi tentang kota futuristik yang dipenuhi gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, teknologi canggih, kendaraan terbang, serta pabrik-pabrik bawah tanah raksasa yang digerakkan oleh para pekerja di bawah permukaan tanah. Untuk mewujudkan visi ambisius ini, sutradara Fritz Lang melibatkan ribuan pemeran tambahan, menggunakan efek khusus yang revolusioner, serta memanfaatkan model miniatur yang rumit—sebuah pencapaian inovasi sinematik yang lahir jauh sebelum ditemukannya teknologi *computer-generated imagery* (CGI). Saat ini, *Metropolis* dianggap sebagai salah satu film paling berpengaruh yang pernah dibuat; film ini telah menginspirasi tak terhitung banyaknya film fiksi ilmiah, sineas, arsitek, serta desain kota futuri...
Rasa penasaran bocah 10 tahun ini malah berujung jadi penemuan ilmiah yang bikin heboh dunia sains. Jo Nagai, anak asal Kobe, Jepang, nyadarin kalau kupu-kupu peliharaannya yang dia rawat dari fase ulat ternyata masih keliatan kenal sama dia bahkan setelah bermetamorfosis. Karena penasaran, dia sampe nulis surat ke ahli serangga di Georgetown University buat bantu ngerancang eksperimen sendiri di rumah. Hasilnya bikin kaget, ulat yang dilatih buat ngehindarin aroma tertentu ternyata tetep ngehindarin bau itu setelah berubah jadi kupu-kupu. Lebih gilanya lagi, keturunan mereka yang gak pernah dilatih sama sekali juga tetep ngehindarin bau yang sama, nunjukin kalau ingatan ini bisa diturunin ke generasi berikutnya. Temuan ini akhirnya dirangkum jadi laporan penelitian 33 halaman dan dipresentasiin di Kongres Entomologi Internasional di Kobe tahun 2024, dihadiri para ahli dunia sampe Putra Mahkota Jepang. Meski berhasil bikin penemuan sebesar ini, Nagai bilang cita-citanya tetep pengen ja...
Beda Sikap Saat Krisis 1998 Dulu, Begini Gaya Komunikasi Orang Dulu Jika melihat kembali rekaman saat krisis ekonomi 1998, ada satu hal yang menarik selain peristiwanya: cara orang berbicara. Pilihan katanya cenderung lebih terukur. Nada bicaranya lebih tenang. Bahkan ketika menyampaikan keluhan, banyak yang tetap berusaha menjaga sopan santun dan menyusun kalimat secara runtut. Lalu, mengapa terasa berbeda dengan sekarang? Salah satu jawabannya ada pada perubahan ekologi media. Pada 1998, ruang komunikasi didominasi televisi, radio, dan surat kabar. Kesempatan untuk berbicara di ruang publik terbatas, sehingga orang cenderung mempertimbangkan kata-kata sebelum disampaikan. Proses komunikasi berlangsung lebih lambat, tetapi juga lebih reflektif. Hari ini, media sosial mengubah ritme itu. Setiap orang dapat menyampaikan pendapat dalam hitungan detik kepada ribuan orang. Kecepatan menjadi nilai utama. Akibatnya, komunikasi semakin langsung, spontan, dan sering kali lebih emosional daripa...
Gambar
Belajar berdiri sendiri bukan berarti menolak bantuan. Itu adalah bentuk kedewasaan untuk menyadari bahwa tidak semua orang akan selalu ada saat kita membutuhkan mereka. Hidup mengajarkan bahwa harapan yang terlalu besar kepada manusia sering kali berakhir dengan kekecewaan, bukan karena mereka jahat, tetapi karena setiap orang juga memiliki keterbatasannya. Maka, bangunlah kekuatan dari dalam diri. Jadikan dirimu tempat paling aman untuk kembali, bukan menggantungkan kebahagiaan, ketenangan, atau masa depan kepada seseorang. Dukungan dari orang lain adalah anugerah, tetapi kemampuan untuk tetap berdiri ketika tidak ada siapa-siapa adalah sebuah kekuatan. Tidak masalah jika langkahmu terasa lambat. Tidak masalah jika sesekali kamu harus berjalan tertatih. Yang terpenting adalah kamu tetap melangkah, tetap bertumbuh, dan tidak berhenti hanya karena keadaan tidak sesuai harapan. Pada akhirnya, orang yang akan menemanimu menjalani seluruh perjalanan hidup ini adalah dirimu sendiri. Jadi, ...
Gambar
Biangmie, sebuah gerai mie di Garut resmi menghentikan operasionalnya akibat berbagai tantangan bisnis yang berat. Kenaikan harga bahan baku, upaya menjaga harga jual tetap terjangkau bagi konsumen, hingga kewajiban memenuhi upah karyawan menjadi alasan utama di balik keputusan penutupan ini. Sebagai bentuk salam perpisahan, pihaknya membagikan resep menu andalannya secara gratis kepada publik, seperti Mie Sobek, chilli oil, dan topping daging. Langkah besar hati ini pun menuai apresiasi serta pujian hangat dari warganet di media sosial. Sedihh 🥺  
Antara keputusanku dan keputusanmu...  
Video ini menyoroti betapa pentingnya pendidikan dan pemahaman ilmiah. Jika kebakaran melibatkan tabung gas atau bahan bakar, air tidak boleh digunakan karena dapat menyebabkan api menyebar lebih luas. Cara yang benar untuk memadamkan kebakaran seperti ini adalah dengan memutus pasokan oksigen. Pertama, jika situasinya aman, tutup katup tabung gas. Setelah itu, api dapat dipadamkan dengan menutupinya menggunakan kain basah, selimut api, tanah, atau pasir. Jika tersedia, alat pemadam api ringan (APAR) jenis serbuk kering (dry powder) adalah pilihan yang paling aman. Semua ini hanya bisa dilakukan jika seseorang memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan kebakaran. Informasi yang benar dapat mencegah kepanikan dan membantu menyelamatkan nyawa.  
Meskipun terlihat seperti hanya duduk dan menyetir, pembalap Formula 1 sebenarnya adalah atlet elit yang harus bertahan dalam pertempuran brutal melawan hukum fisika.​Saat menikung dalam kecepatan tinggi, gaya G-force yang intens melipatgandakan berat kepala dan helm pembalap hingga enam kali lipat. Hal ini memaksa mereka untuk berulang kali menahan beban tak terlihat seberat 32 kilogram (70 pon).​Untuk bisa bertahan, mereka menjalani latihan beban khusus yang sangat berat demi membangun ketahanan otot luar biasa yang bahkan mampu menandingi kekuatan leher para petarung kontak fisik kelas berat.​Kondisi fisik yang luar biasa ini memastikan mereka tetap bisa menjaga pandangan fokus ke lintasan saat memacu mobil dalam kecepatan 320 km/jam (200 mph)  
Gambar
Pekerja di Provinsi Jiangsu, China dapat kompensasi sebesar 350 ribu yuan atau sekitar Rp767 juta usai menggugat perusahaan. Pekerja bernama Zhang tersebut menggugat karena diberhentikan akibat tertidur selama sau jam di kantor usai lemburan. Zhang menggugat perusahaan ke pengadilan dan berakhir ia menang. Dalam kasus ini, pengadilan mengakui jika tempat kerja berhak memutuskan hubungan kerja akan tetapi harus memenuhi syarat. Pada kasus ini, pengadilan menilai tidur di tempat kerja adalah pelanggaran yang pertama kali untuk Zhang dan tidak menyebabkan kerugian serius bagi perusahaan. Selain itu, Zhang juga telah bekerja selama 20 tahun di perusahaan yang ditandai dengan kinerja yang luar biasa, promosi, dan kenaikan gaji. Pengadilan pun memutuskan jika pemecatan Zhang karena satu pelanggaran adalah hal yang berlebihan dan tidak masuk akal. Perusahaan pun diharuskan membayar kompensasi sebesar Rp767 juta pada Zhang. 📷: South China Morning Post (SCMP)  
Momen haru mewarnai prosesi wisuda University of York, Inggris, saat mahasiswa asal Maluku, Muhammad Afandhy Angkotasan, menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku” di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Afandhy yang terpilih sebagai student orator (valedictorian) menyampaikan pidato yang menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di Negeri Pelauw, Maluku Tengah, kehilangan kedua orang tuanya pada usia 14 tahun, hingga menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar magister. Lulusan program Master of Public Administration (MPA) penerima beasiswa LPDP itu juga membagikan filosofi hidup melalui pepatah Hatuhaha dari Maluku, “Alumiye umie, seiya nyie inyie,” yang bermakna bahwa setiap orang memiliki jalan dan rezekinya masing-masing. Menjelang akhir pidato, Afandhy memperkenalkan lagu “Tanah Airku” kepada para hadirin. Menurutnya, lagu tersebut selalu mengingatkannya untuk tidak pernah melupakan tanah kelahiran, sejauh apa pun pendidikan membawanya melangka...